Tips Atasi Mual dan Menjaga Kesehatan Ibu Hamil

Adalah hal yang wajar jika selama kehamilan, terutama 1-3 bulan, Mamy mengalami gangguan kesehatan seperti mual. Parahnya, mual saat hamil ini dialami hampir sepanjang hari dan tentunya bisa mengganggu aktivitas. Maka dari itu Mamy pasti perlu bagaimana tips atasi mual dan menjaga kesehatan ibu hamil.

Mual yang terjadi saat pagi hari, atau yang sering disebut dengan morning sickness terjadi karena adanya peningkatan hormon terutama progesteron, estrogen, dan hCG. Peningkatan hormon inilah yang mempengaruhi beberapa fungsi organ tubuh.

 

Parahnya mual saat hamil ini dialami oleh 70% wanita hamil, dan 50% wanita hamil lainnya juga mengalami mual disertai muntah. Jadi Mamy enggak perlu takut atau panik jika mengalami hal ini. 

 

Untuk mengatasi mual saat hamil, ada beberapa cara yang bisa Mamy lakukan. Cara ini juga untuk menjaga kesehatan ibu hamil. Apa saja kah? Yuk, simak di bawah ini:

 

Beristirahat yang Cukup

Mamy sebaiknya jangan terlalu banyak beraktivitas, jangan memforsir pekerjaan, Sediakan waktu untuk lebih banyak beristirahat. Kalau perlu, ambil cuti jika diperlukan. Beban pekerjaan dan stress yang melanda bisa memacu rasa mual lho, Mam.

 

Olahraga Ringan

Olahraga tetap harus Mamy lakukan meski sedang hamil. Tentunya olahraganya yang ringan-ringan saja, seperti jalan keliling komplek saat pagi atau sore hari, senam hamil atau olahraga lain sesuai anjuran dokter.

 

Konsumsi Buah-Buahan

Perbanyak konsumsi buah-buahan yang kayak akan kandungan serat dan vitamin. Yang harus Mamy ketahui, ada beberapa buah yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, yakni nanas, pepaya muda, durian dan delima. Mamy dapat menemukan jenis buah-buahan yang baik dikonsumsi selama hamil dari artikel lainnya di http://www.duniamamy.com/, contohnya buah berkalsium yang baik dikonsumi selama hamil atau buah terbaik yang wajib dikonsumsi. Artikel tersebut dapat memberikan wawasan kepada Mamy dalam memilih buah-buahan yang tepat dikonsumsi saat hamil.

 

Hindari Makanan Penyebab Mual

Jangan mengonsumsi makanan yang bisa memicu rasa mual saat hamil. Contoh makanan tersebut adalah, makanan berlemak tinggi, makanan berminyak atau makanan pedas. Minyak susah diuraikan di usus, sedangkan rasa pedas bisa memicu peningkatan kadar asam lambung. Jadi sebaiknya hindari jenis makanan ini ya, Mamy.

 

Menghirup Aromaterapi

Menghirup aromaterapi bisa membuat pikiran Mamy lebih tenang, sejenak melupakan penatnya kehidupan. Contohnya adalah pepermint. Bawa dan hirup aromaterapi ini saat Mamy mengalami tanda-tanda mual.

 

Kurangi Kebiasaan Buruk

Nah, tips selanjutnya adalah mengurangi kebiasaan buruk yang mungkin sering Mamy lakukan. Seperti makan dalam jumlah porsi yang besar, atau berbaring setelah makan. Ketika bangun pagi, Mamy disarankan untuk tidak langsung bangun, tetapi memberi jeda waktu antara bangun tidur dan waktu beranjak dari tempat tidur.

 

Mudah kan tipsnya? Untuk memulai gaya hidup sehat, terutama saat hamil memang susah. Namun, perlahan tapi pasti jika dilakukan terus menerus dan menjadi kebiasaan, pasti akan mudah. Dan ini juga dilakukan demi kebaikan Mamy dan kandungan bukan? 

 

Apakah gerakan janin itu?

Melihat sosok bayi dengan mata kepala sendiri saat pemeriksaan USG merupakan suatu kegembiraan dalam kehamilan. Gerakan janin pun juga menimbulkan perasaan akan kehadiran bayi di dalam perut Anda.

Tentunya Anda ingin segera merasakan kegembiraan tersebut.

Mari kita lihat kapan dan bagaimana gerakan janin itu terasa!

Apa sih gerakan janin itu?

Pada kehamilan bulan keempat, kerangka dan otot bayi berkembang dan bayi sering bergerak aktif misalnya meregangkan tangan dan kakinya di dalam cairan ketuban. Gerakan janin Anda rasakan ketika tangan atau kakinya mengenai dinding rahim. Gerakan janin bukan hanya membuat Anda merasakan keberadaan bayi di dalam perut, melainkan juga komunikasi yang penting dari bayi untuk memberitahukan kondisinya kepada ibu.

Masa merasakan gerakan janin untuk pertama kalinya

Secara umum gerakan janin dirasakan pertama kali pada usia kehamilan ke-18 minggu sampai sekitar ke-20 minggu. Namun, saat merasakan gerakan janin berbeda-beda pada masing-masing individu. Cara merasakannya pun tergantung pada ketebalan lemak di bawah kulit ibu, jumlah cairan ketuban, posisi plasenta, dll. Tidak perlu khawatir bila tidak bisa merasakan gerakan janin meskipun periode tersebut telah terlampaui. Bila Anda bisa memastikan bahwa bayi tumbuh dengan sehat melalui pemeriksaan USG atau lainnya, tenanglah karena berarti tidak ada masalah.

Perubahan gerakan bayi

Sebenarnya bayi terus bergerak jauh sebelum ibu merasakan gerakan janin.

Saraf bayi berkembang sejak sekitar kehamilan minggu ke-7, bayi mulai mengemut jarinya sekitar minggu ke-12, dan setelah minggu ke-20, bayi bisa bergerak dengan bebas di dalam cairan ketuban. Pada masa inilah ibu baru mulai merasakan gerakan janin.

Perubahan dalam merasakan gerakan janin

Cara merasakan gerakan janin pun berbeda-beda pada setiap orang, seperti halnya perbedaan periode mulai merasakan gerakan janin. Pada awalnya terasa seperti listrik statis mengalir di dalam perut, lalu berubah menjadi ketukan pelan, dan akhirnya berubah menjadi ketukan keras sehingga Anda menyangka bayi sedang menendang. Kadang-kadang Anda bisa pula merasakan bayi cegukan. Bila gerakannya makin intens, kita bisa mengetahui bahwa bayi sedang bergerak hanya dengan melihat perut.

Biasanya menjelang persalinan posisi bayi telah turun sehingga gerakan janin lebih tenang daripada sebelumnya, tetapi hal ini pun tidak berlaku pada semua orang. Kita tidak bisa memukul rata hal ini karena ada juga bayi yang terus bergerak di dalam perut pada saat sebelum ibu mengalami kontraksi.

Mari kita berkomunikasi dengan bayi melalui gerakan janin

Gerakan janin adalah komunikasi pertama ibu dengan bayi di dalam kandungan!

Melalui gerakan janin, ibu mengecek apakah bayi sehat atau tidak dan juga berbicara kepada bayi. Bayi juga amat menyukai mengobrol dan bermain-main dengan ibu.

Mari kita nikmati waktu berharga saat berinteraksi dengan bayi di dalam kandungan!

Mari memastikan gerakan janin!

Gerakan janin merupakan salah satu metode untuk memastikan apakah bayi tumbuh dengan baik. Bila selama ini gerakan janin yang terasa menjadi tidak terasa seharian penuh, ada baiknya kita memeriksakan ke RS/klinik untuk memastikannya.

Pada sekitar masa kehamilan minggu ke-32 hingga ke-35, pola tidur dan bangun bayi sudah terbentuk. Kita bisa lebih memastikan apakah bayi tumbuh dengan baik dengan cara menghitung gerakan janin, yakni merekam waktu yang diperlukan bayi untuk bergerak 10 kali, dan melakukan hal ini setiap hari.

Cara menghitung gerakan janin

1. Dilakukan setiap hari saat ibu rileks, misalnya setelah makan atau sebelum tidur.

2.Berbaringlah menyamping dengan bagian kiri di bawah.

3.Menghitung berapa menit yang diperlukan oleh bayi untuk bergerak dengan jelas 10 kali.

*) Bila sepertinya berbeda dengan biasanya atau bila Anda sama sekali tidak merasakan gerakan bayi yang selama ini terasa, periksakanlah ke rumah sakit atau klinik.

Ada saat ketika bayi tidak bergerak

Bila Anda sudah mulai merasakan gerakan janin, tentu Anda merasa khawatir ketika gerakan janin tidak terasa. Namun, sebenarnya bayi juga memiliki waktu tidur dan waktu bergerak di dalam kandungan. Bayi memiliki siklus 60 menitan untuk tidur dan bangun. Bila satu jam telah lewat tetapi gerakan janin tidak terasa, periksakanlah ke rumah sakit atau klinik.

Komunikasi dengan bayi

Gerakan janin yang mulai terasa merupakan bukti bahwa bayi tumbuh dengan baik. Pada waktu gerakan janin terasa, sarafnya telah berkembang dan pendengarannya telah sempurna.

Marilah kita banyak-banyak berkomunikasi dengan bayi dengan cara mengelus-elus perut, mengajaknya bicara, mendengarkan musik, dan sebagainya! Tidak ada yang lebih membahagiakan selain merasakan reaksi bayi atas apa yang dilakukan ibu. Kami merekomendasikan permainan menendang, yang merupakan permainan untuk berkomunikasi dengan bayi melalui gerakan janin. Cobalah permainan ini!

*) Permainan menendang

Permainan menendang dimulai dari yang mudah, lalu beranjak ke tahap berikutnya bila sudah menguasai. Ada bayi yang segera merespons, ada juga bayi yang tidak kunjung bereaksi. Sabarlah meskipun bayi tidak merespons. Gerakan Anda tetap tersampaikan kepada bayi. Pilihlah waktu dan tempat saat Anda bisa rileks, lakukan sehari 2-3 kali dan bersabarlah melakukannya hingga lebih dari sebulan.

1. Bila bayi menendang, tepuk bagian yang ditendang tersebut sambil mengatakan, “Tendang!” Setelah 1-2 menit berlalu, bayi akan kembali menendang. Lakukan kembali hal yang sama, yakni tepuk bagian yang sama sambil mengatakan, “Tendang!” Lalu bayi akan menendang di tempat yang sama.

2. Setelah langkah pertama dilakukan berulang-ulang selama beberapa hari, tepuklah bagian yang berbeda dengan yang ditendang bayi sambil mengatakan, “Tendang!” Bayi akan menendang bagian yang ditepuk ibu. Ulangilah hal ini selama 1-2 minggu sampai bayi bisa menendang kembali bagian yang ditepuk ibu.

3. Bila bayi sudah terbiasa, tepuklah perut dua kali sambil mengatakan, “Tendang! Tendang!” Lalu bayi akan merespons dengan menendang dua kali. Bayi akan bisa menendang kembali sejumlah tepukan ibu.

update : 19.09.2017

Fitur Favorit Poko menggunakan data dari cookie browser Mamy, Jika Mamy menggunakan Safari di iPhone atau iPad, harap matikan fungsi Private Browsing. Harap diketahui bahwa membersihkan cookie akan menghapus halaman favorit yang telah didaftarkan.

Share on