Melahirkan Cesar Bisa Tetap ASI

Hampir semua Mamy mengharapkan proses kelahiran yang normal, namun demikian, ada kalanya terjadi kondisi bahwa Mamy harus menjalani operasi Caesar, baik yang diputuskan secara darurat maupun operasi yang sudah direncanakan mengingat kondisi Mamy atau si Kecil yang tidak mungkin menjalani proses kelahiran yang normal.

Pada umumnya Mamy yang menjalani operasi Caesar mengalami sedikit kelambatan keluarnya ASI dibanding Mamy yang melahirkan dengan cara yang normal. Karenanya, si Kecil membutuhkan lebih banyak stimulasi untuk lebih sering menyusu meskipun mereka cenderung mengantuk. Untuk itu, IMD sangat diperlukan untuk mengejar keterlambatan keluarnya ASI. 

 

Untuk dapat memberikan ASI, Mamy harus sangat yakin bahwa apapun prosedur melahirkan yang Mamy jalani,  TIDAK AKAN menghentikan pemberian ASI.

 

Simak yuk beberapa Persiapan Mamy dan Papy menjelang kelahiran : 

 

1. Mencari dokter atau bidan pro-ASI dan klinik atau RS bersalin yang pro-ASI. Kedua hal ini penting agar Mamy bisa memperoleh semua dukungan agar dapat menyusui sejak hari pertama kelahiran. Banyak RS di Indonesia yang masih menerapkan IMD hanya untuk proses kelahiran normal. Konsultasikan dengan dokter Mamy bahwa Mamy ingin IMD, terlepas dari apapun proses melahirkannya, tentu saja dengan catatan selama kondisi Mamy dan bayi sama-sama stabil. Konsultasikan dengan detail di mana IMD akan dilaksanakan apakah di ruang bayi atau di kamar Mamy, siapa yang akan ada di sana untuk mendampingi suster atau keluarga, dan sebagainya.

 

2. Pada operasi Caesar yang direncanakan, pastikan Mamy berkonsultasi juga mengenai pilihan anastesi/bius yang digunakan. IMD dapat dijalankan segera setelah kelahiran apabila bius bersifat lokal. Sementara untuk anastesi yang sifatnya total, maka IMD harus menunggu hingga Mamy kembali sadar.

 

3. Beberapa RS masih menjalankan praktek observasi bayi di kamar bayi pada periode 24 jam setelah kelahiran dengan operasi Caesar. Jika kondisi si Kecil stabil, diskusikan dengan dokter apabila memungkinkan untuk melakukan rooming-in/penggabungan segera setelah Mamy kembali ke kamar perawatan. Jika setelah operasi Caesar ternyata si Kecil memerlukan tindakan medis, maka Mamy harus tetap memerah ASI secara manual atau dengan pompa, segera setelah melahirkan dan lakukan secara rutin. Hasil perahannya bisa diberikan kepada si Kecil melalui suster yang bertanggung jawab. Memerah sejak awal untuk memastikan si Kecil tetap mendapatkan kolostrum, membantu Mamy untuk tetap menstimulasi produksi ASI, dan mencegah bengkak payudara.

 

4. Pastikan berkomunikasi dengan Dokter, Suster bahwa si Kecil tidak diberi susu formula, botol dot dan empeng selama hari-hari awal setelah kelahiran. Jika dalam kasus-kasus medis tertentu dimana dokter menyarankan suplementasi susu formula, lakukan tanpa menggunakan botol dot agar si Kecil terhindar dari bingung puting.

 

Nah dengan melakukan persiapan dan meminta dukungan orang terdekat terutama Papy, keinginan memberikan ASI ekslusif bisa berjalan lancar. Pastikan juga Mamy tidak stress dan banyak mengkonsumsi makanan yang baik untuk ASI agar produksi ASI tetap lancar dan berkualitas. Selamat menyusui, Mamy!

 

• Bila ada topik yang Mamy inginkan untuk diangkat pada artikel MamyPoko yuk inbox usulan Mamy di FB MamyPoko Indonesia atau direct message di IG MamyPokoID

• Jangan lupa untuk bergabung di Pokojang Point Program untuk dapat hadiah sesuai pilihan

 

Kondisi Perkembangan Berat badan : 13 - 35kg

Bentuk tubuh

Tiba-tiba sebagai mana seharusnya anak balita, tubuhnya menjadi ramping dan ototnya mulai terbentuk.

Kaki

Anak bisa makin cepat berjalan, bisa berlari-lari, dan bisa melompat-lompat.

Tangan

Anak bisa membuka-buka buku bergambar, menumpuk balok, dan melakukan gerakan motorik halus lainnya.

Perasaan

Inisiatif ingin melakukan segala sesuatu dan perasaan mandiri ingin melakukan sendiri berkembang, serta muncul perasaan menolak bila diminta membantu si Mamy.

Kulit

Baik saat bermain di dalam rumah maupun di taman, anak selalu ingin memegang benda apa pun yang menarik perhatiannya. Cucilah tangan anak ketika pulang ke rumah. Kita juga akan merasa tenang jika selalu membawa tisu basah steril saat bepergian.

Mari kita biasakan anak mencuci tangannya sendiri dengan mengingatkannya agar mencuci tangan.

Makanan

Anak makin terbiasa dengan makanan balita dan bisa menyantap hampir semua makanan yang sama dengan orang dewasa, kecuali makanan yang rasanya kuat atau yang menimbulkan rangsangan kuat seperti terlalu asin atau pedas. Anak sulit untuk tetap diam saat duduk di meja makan, perhatiannya mudah teralihkan dan ingin bermain-main. Karena pada masa ini makin jelas makanan apa yang disukai atau tidak disukai anak serta rasa apa yang disukai anak, sebisa mungkin berikanlah berbagai makanan dengan rasa yang sedikit hambar.

Mandi

Tidak sedikit anak yang enggan dicuci mukanya atau dikeramasi rambutnya. Mari kita siasati dengan menyediakan spons berbentuk binatang atau sarung tangan pencuci, serta mainan. Rasa takut atau jiwa memberontak seperti ini sifatnya sementara dan pasti berlalu sehingga ibu pun harus menghadapinya dengan kesabaran yang berlipat.

Oleh karena itu, mari kita ajak Papy bersama-sama memandikan si Kecil. Kadang-kadang ada baiknya pula mengubah suasana hati atau cara memandikannya.

Berganti baju

Variasi gaya baju dan desain makin menyenangkan. Preferensi baju anak umur 2 tahun makin jelas, khususnya anak perempuan. Ada juga anak yang bersikeras ingin selalu mengenakan baju favoritnya.

Oleh karena itu, sebisa mungkin Mamy menghargai inisiatif si Kecil sambil mengarahkan dengan lembut, misalnya dengan mengatakan, “Ini juga lucu. Coba deh!”

Keseharian bayi

Jam tidur malam serta waktu tidur siang bervariasi pada setiap anak. Bahkan ada pula anak yang terjaga hingga larut malam hampir setiap hari. Cobalah untuk menanamkan kebiasaan cepat tidur cepat bangun, misalnya dengan mengurangi jam tidur siang dan menambah waktu main di luar. Kemampuan motorik serta rasa ingin tahunya meningkat sehingga risiko jatuh atau salah menelan sesuatu juga meningkat jauh dibandingkan sebelumnya. Mari kita periksa lagi keamanan tempat beraktivitas anak seperti di dalam ruang atau taman tempat bermain anak.

Oleh karena itu, mari kita berhati-hati, memeriksa apakah ada tempat atau benda yang berbahaya dalam jangkauan anak dari cara pandang anak, lalu menghindarinya.

Bila anak sudah bisa bergerak dengan bebas dan mulai mengeluarkan kata-kata, sebentar lagi ia akan lepas dari popok! Pertumbuhannya pesat, ya!

update : 19.09.2017

Fitur Favorit Poko menggunakan data dari cookie browser Mamy, Jika Mamy menggunakan Safari di iPhone atau iPad, harap matikan fungsi Private Browsing. Harap diketahui bahwa membersihkan cookie akan menghapus halaman favorit yang telah didaftarkan.

Share on