Ingin Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit? Ikuti 4 Panduan Sederhana Berikut Ini

Setiap wanita tentu menginginkan proses persalinan yang sempurna dan tidak mengalami rasa sakit. Namun yangmenjadi pertanyaan, apakah melahirkan normal tanpa rasa sakit itu benar benar ada?

Menurut dokter dan para ahli, jawabannya tentu ada. Akan tetapi bukan menghilangkan rasa sakit seutuhnya, melainkan meminimalisir sakit yang diderita sebisa mungkin, melalui proses persalinan tanpa jahitan. Lantas, bagaimana cara melahirkan normal yang benar dan tanpa jahitan tersebut? berikut panduan lengkapnya hanya untuk Anda. 

 

1. Lakukan persiapan fisik dan mental sebelum persalinan

Sebelum melakukan cara melahirkan normal yang benar, maka hal pertama yang harus disiapkan adalah keyakinan dan semangat dalam diri, serta berdoa agar semuanya berjalan dengan lancar. Dengan meyakinkan diri sendiri ini, akan membuat fisik ibu hamil pun ikut tersugesti menjadi lebih kuat.

 

Selain itu, persiapan fisik juga bisa berupa pijatan prenium yang dilakukan di trimester ketiga. Atau ada juga melalui proses senam kegel untuk melatih otot-otot sensitif sang ibu hamil. 

 

2. Hindari kelelahan yang berlebih mendekati masa persalinan

 

Pendarahan atau semacamnya, biasanya terjadi pada ibu hamil yang mengalami kelelahan berlebih saat bersalin. Sehingga ibu hamil dituntut untuk menghindar berbagai aktifitas yang berlebihan. Baik itu saat memasuki akhir kehamilan, ataupun menjelang persalinan.  Cobalah untuk memaksimalkan waktu beristirahat ibu hamil, sekaligus menjaga asupan gizi serta nutrisinya.

 

Disini juga dituntut peran aktif sang suami untuk memberikan perhatian berlebih, demi terciptanya proses melahirkan tanpa rasa sakit bagi sang istri. 

 

3. Rutin melakukan senam ringan menjelang persalinan

Bagi ibu hamil, cobalah untuk melakukan senam ringan secara rutin di trimester terakhir melalui peregangan di beberapa bagian tubuh. Hal ini ditujukan agar bayi yang dikandung akan mendapatkan posisi terbaik, dan lebih mudah didorong ketika melakukan persalinan. Hal ini juga bertujuan untuk meminimalisir keadaan sungsang pada bayi yang baru lahir. 

 

4. Sering mencium aromaterapi yang dapat membuat rileks 

Di saat ibu hamil mendapatkan pijatan perineum, maka gunakanlah berbagai minyak bunga atau arometerapi, yang  berguna untuk meregangkan otot, sekaligus membantu ibu hamil menjadi lebih rileks, dan lebih nyaman ketika hendak memasuk masa persalinannya. 

 

Itulah tadi, 4 panduan singkat untuk mendapatkan proses persalinan yang efektif. Bagi ibu hamil, yang terpenting adalah selalu bersikap tenang dan tidak terlalu stres. Karena dengan cara ini ibu hamil akan lebih mudah mendapatkan penangan persalinan yang benar dan tepat. 

 

Semoga bermanfaat!

 

Apakah gerakan janin itu?

Melihat sosok bayi dengan mata kepala sendiri saat pemeriksaan USG merupakan suatu kegembiraan dalam kehamilan. Gerakan janin pun juga menimbulkan perasaan akan kehadiran bayi di dalam perut Anda.

Tentunya Anda ingin segera merasakan kegembiraan tersebut.

Mari kita lihat kapan dan bagaimana gerakan janin itu terasa!

Apa sih gerakan janin itu?

Pada kehamilan bulan keempat, kerangka dan otot bayi berkembang dan bayi sering bergerak aktif misalnya meregangkan tangan dan kakinya di dalam cairan ketuban. Gerakan janin Anda rasakan ketika tangan atau kakinya mengenai dinding rahim. Gerakan janin bukan hanya membuat Anda merasakan keberadaan bayi di dalam perut, melainkan juga komunikasi yang penting dari bayi untuk memberitahukan kondisinya kepada ibu.

Masa merasakan gerakan janin untuk pertama kalinya

Secara umum gerakan janin dirasakan pertama kali pada usia kehamilan ke-18 minggu sampai sekitar ke-20 minggu. Namun, saat merasakan gerakan janin berbeda-beda pada masing-masing individu. Cara merasakannya pun tergantung pada ketebalan lemak di bawah kulit ibu, jumlah cairan ketuban, posisi plasenta, dll. Tidak perlu khawatir bila tidak bisa merasakan gerakan janin meskipun periode tersebut telah terlampaui. Bila Anda bisa memastikan bahwa bayi tumbuh dengan sehat melalui pemeriksaan USG atau lainnya, tenanglah karena berarti tidak ada masalah.

Perubahan gerakan bayi

Sebenarnya bayi terus bergerak jauh sebelum ibu merasakan gerakan janin.

Saraf bayi berkembang sejak sekitar kehamilan minggu ke-7, bayi mulai mengemut jarinya sekitar minggu ke-12, dan setelah minggu ke-20, bayi bisa bergerak dengan bebas di dalam cairan ketuban. Pada masa inilah ibu baru mulai merasakan gerakan janin.

Perubahan dalam merasakan gerakan janin

Cara merasakan gerakan janin pun berbeda-beda pada setiap orang, seperti halnya perbedaan periode mulai merasakan gerakan janin. Pada awalnya terasa seperti listrik statis mengalir di dalam perut, lalu berubah menjadi ketukan pelan, dan akhirnya berubah menjadi ketukan keras sehingga Anda menyangka bayi sedang menendang. Kadang-kadang Anda bisa pula merasakan bayi cegukan. Bila gerakannya makin intens, kita bisa mengetahui bahwa bayi sedang bergerak hanya dengan melihat perut.

Biasanya menjelang persalinan posisi bayi telah turun sehingga gerakan janin lebih tenang daripada sebelumnya, tetapi hal ini pun tidak berlaku pada semua orang. Kita tidak bisa memukul rata hal ini karena ada juga bayi yang terus bergerak di dalam perut pada saat sebelum ibu mengalami kontraksi.

Mari kita berkomunikasi dengan bayi melalui gerakan janin

Gerakan janin adalah komunikasi pertama ibu dengan bayi di dalam kandungan!

Melalui gerakan janin, ibu mengecek apakah bayi sehat atau tidak dan juga berbicara kepada bayi. Bayi juga amat menyukai mengobrol dan bermain-main dengan ibu.

Mari kita nikmati waktu berharga saat berinteraksi dengan bayi di dalam kandungan!

Mari memastikan gerakan janin!

Gerakan janin merupakan salah satu metode untuk memastikan apakah bayi tumbuh dengan baik. Bila selama ini gerakan janin yang terasa menjadi tidak terasa seharian penuh, ada baiknya kita memeriksakan ke RS/klinik untuk memastikannya.

Pada sekitar masa kehamilan minggu ke-32 hingga ke-35, pola tidur dan bangun bayi sudah terbentuk. Kita bisa lebih memastikan apakah bayi tumbuh dengan baik dengan cara menghitung gerakan janin, yakni merekam waktu yang diperlukan bayi untuk bergerak 10 kali, dan melakukan hal ini setiap hari.

Cara menghitung gerakan janin

1. Dilakukan setiap hari saat ibu rileks, misalnya setelah makan atau sebelum tidur.

2.Berbaringlah menyamping dengan bagian kiri di bawah.

3.Menghitung berapa menit yang diperlukan oleh bayi untuk bergerak dengan jelas 10 kali.

*) Bila sepertinya berbeda dengan biasanya atau bila Anda sama sekali tidak merasakan gerakan bayi yang selama ini terasa, periksakanlah ke rumah sakit atau klinik.

Ada saat ketika bayi tidak bergerak

Bila Anda sudah mulai merasakan gerakan janin, tentu Anda merasa khawatir ketika gerakan janin tidak terasa. Namun, sebenarnya bayi juga memiliki waktu tidur dan waktu bergerak di dalam kandungan. Bayi memiliki siklus 60 menitan untuk tidur dan bangun. Bila satu jam telah lewat tetapi gerakan janin tidak terasa, periksakanlah ke rumah sakit atau klinik.

Komunikasi dengan bayi

Gerakan janin yang mulai terasa merupakan bukti bahwa bayi tumbuh dengan baik. Pada waktu gerakan janin terasa, sarafnya telah berkembang dan pendengarannya telah sempurna.

Marilah kita banyak-banyak berkomunikasi dengan bayi dengan cara mengelus-elus perut, mengajaknya bicara, mendengarkan musik, dan sebagainya! Tidak ada yang lebih membahagiakan selain merasakan reaksi bayi atas apa yang dilakukan ibu. Kami merekomendasikan permainan menendang, yang merupakan permainan untuk berkomunikasi dengan bayi melalui gerakan janin. Cobalah permainan ini!

*) Permainan menendang

Permainan menendang dimulai dari yang mudah, lalu beranjak ke tahap berikutnya bila sudah menguasai. Ada bayi yang segera merespons, ada juga bayi yang tidak kunjung bereaksi. Sabarlah meskipun bayi tidak merespons. Gerakan Anda tetap tersampaikan kepada bayi. Pilihlah waktu dan tempat saat Anda bisa rileks, lakukan sehari 2-3 kali dan bersabarlah melakukannya hingga lebih dari sebulan.

1. Bila bayi menendang, tepuk bagian yang ditendang tersebut sambil mengatakan, “Tendang!” Setelah 1-2 menit berlalu, bayi akan kembali menendang. Lakukan kembali hal yang sama, yakni tepuk bagian yang sama sambil mengatakan, “Tendang!” Lalu bayi akan menendang di tempat yang sama.

2. Setelah langkah pertama dilakukan berulang-ulang selama beberapa hari, tepuklah bagian yang berbeda dengan yang ditendang bayi sambil mengatakan, “Tendang!” Bayi akan menendang bagian yang ditepuk ibu. Ulangilah hal ini selama 1-2 minggu sampai bayi bisa menendang kembali bagian yang ditepuk ibu.

3. Bila bayi sudah terbiasa, tepuklah perut dua kali sambil mengatakan, “Tendang! Tendang!” Lalu bayi akan merespons dengan menendang dua kali. Bayi akan bisa menendang kembali sejumlah tepukan ibu.

update : 19.09.2017

Fitur Favorit Poko menggunakan data dari cookie browser Mamy, Jika Mamy menggunakan Safari di iPhone atau iPad, harap matikan fungsi Private Browsing. Harap diketahui bahwa membersihkan cookie akan menghapus halaman favorit yang telah didaftarkan.

Share on