Hal Yang Tak Disadari Melukai Hati Si Kecil

Dalam proses mendidik si Kecil, Mamy dan Papy pasti pernah kehabisan kesabaran yang mengakibatkan menunjukkan emosi di depan si Kecil. Karena hal itu juga tanpa disadari terkadang terlontarkan ucapan yang tidak terpikirkan dengan baik, sehingga tak disadari bisa menyakiti hati si Kecil.

Sebagai orang tua, menunjukkan ekspresi sangat diperbolehkan untuk menunjukkan respon atau sikap atas perilaku yang dilakukan oleh si Kecil. Akan tetapi sebelum mengatakan hal yang kurang baik kepada si Kecil, jangan sampai mengucapkan hal yang tidak baik ya.

 

“Kamu mau diam gak? Mamy atau Papy tinggal ya?!”

Kalimat yang katanya paling ampuh bila si Kecil sedang menangis dan tidak mau berhenti. Tapi tahukan Mamy atau Papy, bahwa kalimat tersebut tidak membantu si Kecil untuk merasa tenang, justru membuatnya semakin ketakutan. Akibatnya si Kecil akan terus menangis dan tidak mau mendengarkan Mamy atau Papy untuk diam atau berhenti menangis.

 

“Kamu tuh jangan nakal kayak Papy atau Mamy dong!”

Kalimat yang satu ini akan terucap saat Mamy atau Papy mulai menyalahkan sikap atau kenakalan si Kecil karena perilaku si Kecil yang dinilai mirip dengan pasangan. Perlu diingat bahwa si Kecil masih dalam masa tumbuh kembang yang menilai bahwa orang tua sebagai “panutan”. Sehingga ajari ia cara disiplin hingga membuatnya paham dibanding harus mengungkit sikap atau sifatnya.

 

“Tuh liat, temennya aja bisa, masa kamu gak bisa sih?”

Hayoo siapa yang masih suka ngebandingin anak sendiri dengan anak tetangga? Mulai sekarang kurangi sikap ini ya Mamy atau Papy, karena sikap ini bisa menanamkan luka secara tidak disengaja. Membandingkan juga sama sekali tidak membantu proses perkembangannya, yang ada hanya membuat iamerasa bahwa Mamy atau Papy tidak bangga kepadanya.

 

“Papy atau Mamy capek ngurusin kamu”

Stop! Mamy dan Papy jangan ulangi mengucapkan hal ini pada si Kecil lagi ya. Menceritakan kekesalah atau kemarahan yang berlebihan kepada si Kecil ternyata bisa melukai perasaannya tanpa orang tua ketahui. Mendengar penuturan seperti itu bisa membuat si Kecil mengingat kalimat tersebut hingga ia besar. Bukannya membantu si Kecil merenungi kesalahannya justru membuat si Kecil menyalahkan dirinya.

 

“Kamu gausah jadi anak Mamy atau Papy lagi ya”

Biasanya kalimat ini akan keluar ketika Mamy atau Papy sudah menyerah dengan sikap si Kecil. Marah tentu saja boleh, namun tahan kalimat ini dang jangan sampai kelaur dari mulut Mamy atau Papy ya. Efek dari kalimat ini bisa membuat si Kecil merasa takut jika mamy atau Papy sudah tidak mau menjadi orang tuanya. Kalimat ancaman seperti ini hanya akan membuat si Kecil takut sementara dan bisa mengulangi kesalahan yang sama di kemudia hari tanpa memikirkan kesalahannya.

 

Orang tua adalah guru pertama untuk anak-anaknya dan si Kecil akan menganggap Mamy atau Papy sebagai panutan untuk kehidupannya kelak. Selain si Kecil yang belajar menjadi anak yang baik dan berbakti pada orang tuanya, yuk belajar juga dari si Kecil untuk menjadi orang tua yang bijaksana.

 

 

Semoga info yang Poko bagikan kali ini bisa bermanfaat ya..

Yuk, share ke teman dan keluarga lainnya agar semakin banyak yang mengetahui tentang info ini.

 

 

 

• Bila ada topik yang Mamy inginkan untuk diangkat pada artikel MamyPoko yuk inbox usulan Mamy di FB MamyPoko Indonesia atau direct message di IG MamyPokoID

• Jangan lupa untuk bergabung di Pokojang Point Program untuk dapat hadiah sesuai pilihan

update: 12.01.2022

Fitur Favorit Poko menggunakan data dari cookie browser Mamy, Jika Mamy menggunakan Safari di iPhone atau iPad, harap matikan fungsi Private Browsing. Harap diketahui bahwa membersihkan cookie akan menghapus halaman favorit yang telah didaftarkan.

Share on