5 Tantangan Menyusui & Solusinya Saat Postpartum
Masa menyusui tidak selalu lancar, ini tantangan serta solusinya khusus untuk Mamy!
Masa postpartum adalah periode 6 minggu setelah melahirkan ketika tubuh Mamy mengalami pemulihan fisik, emosional, dan hormonal. Pada masa ini, banyak Mamy menghadapi tantangan dalam menyusui, terutama karena perubahan tubuh yang terjadi tiba-tiba, kurangnya pengalaman, serta faktor lingkungan. Memahami tantangan tersebut penting agar Mamy tidak merasa sendirian dan bisa mendapatkan solusi yang tepat.
Mengapa Menyusui di Masa Postpartum Penting?
Menyusui adalah masa yang penting baik untuk si Kecil, Mamy bahkan keluarga lho. Penting untuk si Kecil karena sumber nutrisi terbaik, meningkatkan imun, membantu perkembangan otak. Penting untuk Mamy karena membantu mengecilkan rahim, mengurangi risiko perdarahan, menurunkan risiko kanker payudara/rahim, serta memperkuat bonding dengan si Kecil. Sedangkan untuk keluarga karena menghemat biaya dan menciptakan interaksi emosional yang positif.
Cara menyusui yang benar terutama saat masih masa Postpartum
Cari posisi yang paling nyaman (cradle, cross-cradle, football, side-lying).
Perhatikan tanda si Kecil lapar (rooting, mengisap tangan).
Pastikan sesi menyusu berlangsung hingga si Kecil melepaskan sendiri.
Alternatifkan payudara kanan dan kiri.
5 Tantangan menyusui dan solusinya:
1. Produksi ASI Belum Stabil
Kenapa terjadi?
Di hari-hari pertama postpartum, tubuh masih menyesuaikan hormon prolaktin dan oksitosin. Kolostrum jumlahnya memang sedikit, dan ini normal.
Cara mengatasinya:
Susui si Kecil sesering mungkin (8–12 kali sehari).
Lakukan skin-to-skin untuk memicu hormon oksitosin.
Hindari tambahan susu formula kecuali atas indikasi medis.
Minum cukup air dan makan bergizi.
Tips:
Gunakan teknik "breast compression" untuk membantu aliran ASI dan buat suasana tenang saat menyusui.
2. Si Kecil Sulit Menempel (Latching)
Kenapa terjadi?
Si Kecil baru lahir belum sepenuhnya terbiasa menyusu, ditambah posisi dan teknik pelekatan mungkin belum tepat.
Cara mengatasinya:
Pastikan mulut si Kecil membuka lebar.
Posisikan si Kecil menghadap payudara (tummy-to-tummy).
Areola bagian bawah lebih banyak masuk ke mulut si Kecil.
Tips: Minta bantuan bidan atau konselor laktasi untuk mengevaluasi posisi dan teknik latch.
3. Puting Lecet dan Nyeri
Kenapa terjadi?
Biasanya disebabkan oleh latch yang kurang benar, gesekan berulang, atau posisi menyusui yang salah.
Cara mengatasinya:
Perbaiki posisi dan latch terlebih dahulu.
Gunakan ASI sendiri sebagai pelembap alami.
Biarkan puting terkena udara agar cepat sembuh.
Tips :
Hindari menarik mulut si Kecil secara tiba-tiba. Masukkan jari kelingking untuk melepaskan hisapan dengan benar.
4. Payudara Bengkak (Engorgement)
Kenapa terjadi?
ASInya banyak, tapi tidak keluar optimal karena si Kecil kurang sering menyusu atau saluran belum lancar.
Cara mengatasinya:
Susui si Kecil lebih sering.
Kompres hangat sebelum menyusui, kompres dingin setelahnya.
Perah sedikit ASI untuk mengurangi rasa penuh.
Tips : Gunakan bra menyusui yang nyaman dan tidak terlalu ketat.
5. Stres dan Kecemasan Mamy
Kenapa terjadi?
Perubahan hormon, kurang tidur, rasa takut “ASI tidak cukup”, dan tekanan dari lingkungan bisa mempengaruhi produksi ASI.
Cara mengatasinya:
Istirahat bergantian dengan pasangan atau keluarga.
Ciptakan rutinitas menyusui yang nyaman.
Bicarakan kelelahan emosional pada pasangan atau tenaga kesehatan.
Tips: Ingat bahwa menyusui adalah perjalanan tidak perlu membandingkan diri dengan Mamy lain.
Menyusui di masa postpartum memang penuh tantangan, namun sebagian besar dapat diatasi dengan teknik yang tepat, dukungan emosional, dan pemahaman bahwa proses ini membutuhkan waktu. Dengan mengetahui lima tantangan utama produksi ASI belum stabil, kesulitan latch, puting lecet, payudara bengkak, dan stres Mamy dapat menghadapi proses menyusui dengan lebih percaya diri.
Dukungan keluarga sangat membantu keberhasilan menyusui, sehingga Mamy tidak merasa terbebani dan perjalanan menyusu dapat berjalan dengan nyaman dan menyenangkan.
Mamy yang baru melahirkan si Kecil juga tak perlu khawatir dan bingung untuk memilih popok terbaik untuk kulit si Kecil baru lahir, karena MamyPoko mempersembahkan perlindungan terbaik untuk kulit bayi baru lahir yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia MamyPoko Royal Soft Organic Cotton Lebih Cepat Kering dan Teruji Klinis 2X Lebih Baik Cegah Iritasi. Sehingga lebih aman untuk kulit si Kecil yang masih sensitif. Dilengkapi juga dengan inovasi baru Soft & Fit. Karet pinggang elastis memeluk lembut pinggang bayi, sehingga pas di badan untuk mengurangi resiko bocor belakang, nyaman dan bebas iritasi
Kenapa harus Organic Cotton?
Organic Cotton
Kapas organik yang ditumbuhkan alami bebas kimia, lebih aman lebih lembut lebih ramah di kulit bayi. Kapas Organik bebas kimia ini terjamin keamanannya karena telah bersertifikasi 100% Organik. Lapisan Penyerap Ekstra Lembut MamyPoko Royal Soft yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi, dari 100% organic cotton, sehingga meski bersentuhan dengan kulit bayi Hampir sepanjang hari kulit bayi terlindung dengan lebih aman.
Lebih Halus Lembut
Berdasarkan hasil uji kelembutan di Jepang serat kapas organik berkualitas terbukti lebih halus sehingga permukaan popok organic cotton lebih lembut dibanding dengan popok tanpa organic cotton. Karena bahan yang begitu halus lembut sehingga tidak menimbulkan gesekan di kulit bayi. Meski Bayi bergerak-gerak MamyPoko tetap memeluk kulitnya dengan sangat lembut, sehingga kulit si Kecil tetap terlindungi dari gesekan penyebab kemerahan.
Bagaimana Daya Serapnya?
Teknologi Speed Dry
Berdasarkan hasil uji daya serap dengan kemiringan 45 derajat terbukti MamyPoko Royal Soft Organic Cotton langsung menyerap cepat & Extra Dry. Ketika pipis bayi diserap & kering seketika dengan teknologi Speed Dry, Kulit bayi terlindungi dari bakteri penyebab iritasi.
Perlindungan Extra Dry sampai 12 jam
Membuat kulit bayi tetap lembut bayi pun tumbuh sehat ceria tanpa terganggu iritasi.
Apakah Sudah Teruji Klinis?
Dermatologically Tested
Berdasarkan hasil uji Dermatologi dibandingkan dengan popok tanpa Kapas Organik TERBUKTI MamyPoko Royal Soft Organic Cotton memiliki permukaan lebih lembut, cepat menyerap & Kering, sehingga 2X LEBIH BAIK MENCEGAH IRITASI di Kulit Bayi. Kualitas yang Teruji Klinis oleh para ahli Kulit memberi jaminan kualitas terbaik perlindungan kulit bayi.
Setelah memahami berbagai bahan popok bayi yang umum digunakan, Mamy dan Papy dapat membuat keputusan yang tepat dan cerdas untuk perawatan terbaik bagi kulit bayi baru lahir. Ingatlah untuk selalu memperhatikan reaksi kulit bayi dan bersiap untuk menyesuaikan pilihan bahan popok sesuai dengan kebutuhan, karena masing-masing bayi akan berbeda.
Mamypoko Royal Soft Wipes
Tissue basah dengan Cotton Lembut Berkualitas Terbaik untuk kulit bayi baru lahir.
30% Lebih tebal, lebih banyak air murni & Lebih Aman non Alkohol.
Membersihkan Selembut Kapas dalam sekali usap.
Keunggulan Mamypoko Royal Soft Wipes :
Air Murni
Kandungan Air Murni lebih banyak, rendah bahan kimia, lebih ramah di kulit lembut bayi.
Non Alkohol
Lebih Aman di kulit bayi
Serat Kapas Lebih Banyak
Tekstur Halus Lembut.
Japan Quality
Kualitas terbaik dari Jepang.
Varian Mamypoko Royal Soft Wipes :
Mamypoko Royal Soft Fragrance : 20s, 50s
Mamypoko Royal Soft Non Fragrance : 20s, 50s
Semoga info yang Poko bagikan kali ini bisa bermanfaat ya..
Yuk, share ke teman dan keluarga lainnya agar semakin banyak yang mengetahui tentang info ini.
• Bila ada topik yang Mamy inginkan untuk diangkat pada artikel MamyPoko yuk inbox usulan Mamy di FB MamyPoko Indonesia atau direct message di IG MamyPokoID
• Jangan lupa untuk bergabung di Pokojang Point Program untuk dapat hadiah sesuai pilihan
update : 30/11/2025
Fitur Favorit Poko menggunakan data dari cookie browser Mamy, Jika Mamy menggunakan Safari di iPhone atau iPad, harap matikan fungsi Private Browsing. Harap diketahui bahwa membersihkan cookie akan menghapus halaman favorit yang telah didaftarkan.
